Macam-macam Zakat Yang Wajib Dikeluarkan Oleh Umat Islam

Zakat merupakan rukun Islam keempat setelah puasa dan wajib kita laksanakan sebagai rasa patuh kepada perintah Allah. Dalam menjalankannya juga harus sesuai dengan rukun, syarat dan aturan-aturan yang sesuai dengan dalil sebagai dasarnya. Berdasarkan dari IslamExplored.org ada beberapa macam zakat yang perlu kita ketahui sebagai umat Islam. Tapi secara umum zakat hanya dibagi menjadi dua bagian yaitu zakat fitrah yang merupakan zakat wajib dikeluarkan oleh semua umat islam sebelum shalat idul fitri dan yang kedua adalah zakat maal atau harta. Untuk zakat maal sendiri berbeda dengan zakat fitrah, karena zakat maal baru wajib dikeluarkan oleh umat islam yang disesuaikan dengan nishab dan haulnya. Selain itu waktu untuk mengeluarkan zakat maal tidak ditentukan oleh waktu sehingga bisa dikeluarkan oleh seseorang kapan saja sepanjang tahun. Seseorang wajib untuk mengeluarkan zakat maal jika syarat zakat maal terpenuhi.

Lebih rinci lagi, zakat maal dipecah kembali menjadi beberapa macam zakat seperti zakat penghasilan, zakat perniagaan, zakat pertambangan, zakat pertanian, zakat hasil laut, zakat hasil ternak dan semua pendapatan yang kita peroleh dalam bentuk apapun. Tapi masih-masing zakat memiliki perhitungan yang berbeda-beda. Pertama ada zakat penghasilan yang wajib kita keluarkan jika kita memiliki penghasilan tetap berupa uang ataupun harta lainnya. Sebagai umat Islam kita mulai harus memikirkan berapa jumlah zakat yang harus kita keluarkan. Zakat penghasilan ini baru kita keluarkan dalam jangka waktu satu tahun. Selain itu kita juga bisa mengeluarkannya perbulan dengan tujuan dicicil. Sehingga diakhir tahun tidak perlu membayar dengan jumlah yang besar.

Sebenarnya secara umum semua jenis zakat maal atau harta memiliki kesamaan karakteristik. Zakat pertanian wajib kita keluarkan jika kita memiliki penghasilan dari bidang pertanian dalam jumlah yang cukup besar. Kemudian zakat perniagaan yang dihitung dengan menjumlah semua kekayaan yang kita miliki mulai dari uang yang kita pegang, barang perniagaan yang ada dan dinilai dengan uang, hutang-hutang yang bisa diharapkan untuk kembali maka dari keseluruhan jumlah akan didapatkan berapa banyak jumlah zakat yang wajib kita keluarkan. (sumber : IslamExplored.org)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*