Wow Ini dia Tarif Ojek Termahal Di Indonesia

Image result for Ojek Termahal

Bangsa Indonesia ini sudah lama merdeka, kurang lebih sudah 73 tahun merdeka. Namun belum semua rakyatnya bisa menikmati kemerdekaan ini secara sempurna. Hal ini bisa kita lihat dengan masih tingginya angka kemiskinan di Indonesia. Hal ini diperparah dengan pembangunan yang belum merata, dimana masih banyak daerah-daerah di Indonesia yang ketinggalan dari segi pembangunan infrastrukturnya. Terutama di wilayah-wilayah terpencil yang jarang tersentuh oleh pemerintah. Salah satunya adalah di Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Secara adat, Seko ini terdiri dari 9 wilayah adat, yakni : (1) Hono’, (2) Lodang, (3) Turong, (4) Singkalong, (5) Ambalong, (6) Hoyane, (7) Pohoneang, (8) Kariango, dan (9) Beroppa’. Semua wilayah-wilayah adat di Seko ini dikenal sebagai wilayah yang kaya akan sumber daya alam baik hasil perkebunan, pertanian, ternak, mineral, hutan, dan lain sebagainya.

Mungkin anda pernah ingat dengan dengan rute ojek termahal di Indonesia yang bisa memakan biaya sekali jalannya sekitar Rp. 1,7 juta. Harga yang cukup fantastis bukan?.Ya. Itu semua ada di Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Dalam hal ini Pemprov Sulawesi Selatan melalui Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) yang akan meninjau jalur yang sangat terpencil di Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, yang memang medannya sangat sulit sekali untuk dijangkau. Satu-satunya alat transfortasi yang bisa digunakan sampai saat ini hanyalah dengan menggunakan jasa ojek. Itu pun membutuhkan ongkos yang cukup mahal karena memang perjalanan cukup panjang dengan medan yang ekstrim sehingga bisa menguras tenaga. Karena jalur darat yang bisa dilalui ojek ini masih berupa jalan tanah yang memiliki banyak rintangan seperti kondisi jalan basah sehingga sangat sulit untuk dilalui oleh kendaraan biasa, dan lebar jalan yang sangat sempit. Dan perjalanan menggunakan ojek ini bisa memakan waktu kurang lebih 2-3 hari.

Menurut Koordinator Bidang Infrastruktur TP2D Sulawesi Selatan, Rudi Djamaludin, mengatakan bahwa “ Kunjungan kami adalah bentuk keseriusan Gubenur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah untuk mempercepat pembangunan daerah tertinggal. Khususnya di Kecamatan Seko.” Dan hasil pemantauan ini akan dilakukan pematangan rencana selanjutnya. Karena memang targetnya pada tahun 2019 nanti, akses jalan menuju Seko ini sudah bisa dilintasi oleh mobil penumpang tanpa terpengaruh lagi oleh hujan.

“Target yang akan dibangun adalah jalan yang berkerikil, sehingga bisa diakses masyarakat. Daripada kami mengupayakan aspal, namun belum tembus juga. Setelah kami pantau, kebutuhan masyarakat akses dulu. Jadi, kami buka dulu supaya sepeda motor bisa mengakses, dan mobil-mobil biasa juga,” tambah Rudi.

Berdasarkan dari hasil peninjauan tersebut, wilayah Seko ini ternyata memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Termasuk, informasi dari pemda setempat jika disana  terdapat sabana seluas 10 ribu hektare.

“Banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan. Sehingga jika terbuka akses jalan ini akan bisa memunculkan moda ekonomi baru. Yang tadinya sulit berkembang karena tertutup akses, maka nantinya sudah ada,” ujar Rudi.

Pada kesempatan lain, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani mengatakan, bahwa persoalan akses jalan menuju Seko dan Rampi akan segera teratasi. Adapun soal pembiayaanya berasal dari 3 sumber, yaitu APBD Lutra, APBD Sulawesi Selatan, dan APBN.

Indah Putri Indriani juga mengatakan, bahwa “kami sama-sama berharap semoga pembangunan bisa sesegera mungkin dilakukan,”

Itulah salah satu berita Sulawesi Selatan, semoga tulisan ini ada guna dan manfaatnya bagi kita semua. Dan Terimakasih banyak.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*